Masalah Tenaga Kerja Untuk Bisnis Fashion

Masalah Tenaga Kerja

Untuk menemukan tenaga kerja terampil di bidang fashion, pengusaha

bisa memperolehnya dari:

  1. Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Busana
  2. Balai Latihan Kerja

 

Walaupun di SMK dan BLK, calon tenaga kerja telah dibekali dengan ilmu dan pengetahuan di bidang fashion, tetapi sebagian besar dari mereka belum lumayan terampil. Hal ini dapat saja sebab kurangnya fasilitas,pun karena pengetahuan yang mereka dapatkan seringkali masih mempunyai sifat umum. Bagi itu, perlu dilaksanakan pembinaan dan pelatihansupaya para tenaga kerja itu dapat lebih menguasai soal produk fashion muslim. Selain menyerahkan pembinaan dan pelatihan, pengusaha pun harusmenyerahkan penghasilan yang pantas untuk seluruh tenaga kerjanya.Bagi masalah ini, pengusaha dapat mencari informasi tentang peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, contohnya soal upah minimum dan pemberian fasilitas, laksana BPJS Kesehatan.

 

Para pengusaha pun usahakan menciptakan kontrak kerja dengan semua tenaga kerjanya. Kontrak kerja ini ialah kesepakatan antara pengusaha dengan karyawan. Dalam surat kontrak kerja itu usahakan disematkan dengan jelas tentang hak dan keharusan masing-masing pihak. Kontrak kerja pun harus ditandatangani kedua belah pihak, supaya semuanya salingterbelenggu dengan isi kontrak tersebut.

 

Manajemen keuangan ialah hal krusial yang mesti dilaksanakan olehseluruh pengusaha, supaya usahanya dapat berlangsung dengan baik. Tidak jarang, suatu usaha yang sebenarnya berpotensi guna maju dan berkembangmesti berhenti di tengah jalan, karena manajemen finansial yang tidak baik. Secara sederhana, manajemen keuangan bermanfaat untuk:

 

  1. Perencanaan keuangan: menciptakan rencana pemasukan dan pengeluaran uang/

modal untuk pekerjaan usaha dan pekerjaan lainnya dalam periode tertentu.

 

  1. Membuat anggaran: menciptakan detail pengeluaran dan pemasukan.
  2. Pengelolaan keuangan: pemakaian dana perusahaan secara maksimal dengansekian banyak cara.
  3. Permodalan: menggali sumber duit yang akan dipakai untuk operasional pekerjaan perusahaan.
  4. Menyimpan uang: menyimpan dan menyelamatkan dana perusahaan.
  5. Pengendalian keuangan: melakukan penilaian dan perbaikan ataspemakaian uang perusahaan.
  6. Pemeriksaan keuangan: mengerjakan audit internal mengenai finansial perusahaan untuk memahami apakah ada pembiasan atau tidak.

Fashion Muslim

http://www.harianfashion.com/